Penjual Telur

Di sebuah pasar tradisional.

Pembeli: “Dik, telur sekilo berapa?”
Penjual: “Telur ayam atau telur itik?”
Pembeli: “Telur ayam.”
Penjual: “Telur ayam biasa atau ayam kampung?”
Pembeli: “Ayam biasa.”
Penjual: “Yang tempatan atau yang import?”
Pembeli: “Yang tempatan.”
Penjual: “Yang tempatannya mahu yang dari Ipoh, Kuala Selangor atau Tampin?”
Pembeli: “Yang Ipoh lah…” (Sambil terlihat kesal).
Penjual: “Mahu yang Ipoh Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?”
Pembeli: “Adik nie jual telur atau nak jalan-jalan?”
Penjual: “Maaf kak, saya penjual mee rebus kat sebelah. Kebetulan yang jual telur pergi makan. Saya disuruh berbual dulu dengan pembeli sampai dia datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s